JT - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, meminta ketua dan anggota Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota untuk bersinergi secara efektif dalam penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2024. Hal ini bertujuan untuk memastikan administrasi dan penyerapan anggaran yang akuntabel.
"Secara terbuka, pimpinan harus mengungkapkan isu-isu relevan dalam proses pemilu dan administrasi kepemiluan. Termasuk masalah keamanan, kecurangan, kekurangan dalam administrasi, dan teknis," kata Bagja dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/7).
Baca juga : KPU Tetap Ajukan Format Debat Yang Sama Meski Diminta Ubah
Bagja menekankan pentingnya koordinasi yang terbuka dan transparan di lingkungan kerja Bawaslu. Dia mengingatkan agar tidak ada pekerjaan yang terhambat karena ketidakpatuhan dan kurangnya keterbukaan terkait administrasi.
"Koordinasi yang terbuka dan transparansi harus terus ditumbuhkan. Tidak boleh ada pekerjaan yang terhambat karena ketidakpatuhan dan kurangnya keterbukaan terkait administrasi," ujar Bagja.
Bagja juga menyampaikan bahwa pada saat pilkada, banyak program dan pengawasan yang perlu dilakukan. Oleh karena itu, dia berharap sekretariat dapat mendukung ketua dan anggota Bawaslu dengan baik.
Baca juga : Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara Pemilu 2024 di DKI Jakarta Capai 62,55 Persen
"Saya harapkan kita bisa melakukan dukungan pada sekretariat dengan baik dan juga pihak sekretariat membantu teman-teman ketua dan anggota," tambahnya.
Inspektorat Utama (Irtama) Bawaslu, Rini Wartini, juga menekankan pentingnya dukungan administrasi dan teknis yang benar dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan.
Bagikan