JT - Kementerian Kesehatan mengatakan, sistem pencatatan digital untuk memfasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sudah selesai dikembangkan, dan tahap selanjutnya adalah uji coba.
"Nah secara sistem sudah selesai development, tinggal kita melakukan uji coba, melakukan simulasi di puskesmas ataupun faskes (fasilitas kesehatan), yang diharapkan nanti setelah pelantikan gubernur ya," kata Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Setiaji.
Baca juga : Danantara Kelola Rp300 Triliun dari Efisiensi untuk 20 Proyek Strategis Nasional
Ketika ditemui di Jakarta, Selasa, Setiaji menyebut bahwa mereka menggunakan aplikasi SatuSehat untuk menjangkau masyarakat di seluruh penjuru Indonesia, serta memanfaatkan sistem pencatatan di fasilitas kesehatan masing-masing.
Dia menjelaskan, dalam SATU SEHAT, terdapat informasi mengenai PKG, termasuk tata cara mendaftarkan keluarga ataupun anak-anak yang tidak punya gawai pintar ke aplikasi tersebut guna mendapatkan fasilitas itu.
Selain itu, kata Setiaji, ada tim pusat bantuan (help desk) juga guna membantu jalannya layanan digital, serta dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika daerah-daerah guna membantu publik yang tidak punya gawai pintar atau kesulitan mengakses aplikasi itu.
Baca juga : KAI Beri Apresiasi Petugas Kembalikan Barang Penumpang Bernilai Ratusan Juta
"Iya, bisa langsung datang. Masuk. misalnya tidak punya handphone pun juga sebenarnya masih tetap bisa melakukan pemeriksaan dengan datang ke faskes-nya," katanya.
Untuk memudahkan layanan, katanya, bagi yang memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) bisa langsung login SatuSehat Mobile tanpa perlu verifikasi
Bagikan