JT - Sejumlah nelayan di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap adanya pagar laut terbuat dari bambu yang membentang sepanjang 1,5 kilometer di perairan mereka.
Salah seorang nelayan lokal, Udin, menyatakan bahwa pagar laut tersebut telah mengganggu aktivitas mereka secara signifikan.
Baca juga : Polda Metro Jaya Tingkatkan Pengamanan untuk Pertandingan Timnas Indonesia vs. Filipina di GBK
"Pagar laut yang terbentang ini mengganggu aktivitas dan meresahkan," ujar Udin pada hari Rabu.
Menurut Udin, kehadiran pagar laut tersebut telah meningkatkan biaya produksi mereka karena harus mengambil rute yang lebih panjang dan menggunakan lebih banyak bahan bakar.
Dampak lainnya adalah berkurangnya hasil tangkapan ikan dan udang sejak pagar laut tersebut berdiri, yang juga menyebabkan beban finansial tambahan untuk nelayan dalam hal konsumsi bahan bakar kapal.
Baca juga : Penjabat Gubernur DKI Heru Budi: Ini Penyebab Tanah Abang Sepi !
Udin menambahkan bahwa mereka berharap agar tidak ada lagi pembangunan pagar laut di perairan ini, sehingga mereka dapat beroperasi dengan lebih leluasa dalam mencari ikan dan udang.
Pagar laut yang terbuat dari bambu ini telah berdiri sekitar dua bulan terakhir dan membentang di tiga titik di perairan Kamal Muara, menghalangi aktivitas sehari-hari para nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan di wilayah tersebut. * * *
Bagikan