JAKARTATERKINI.ID -Menurut data dari STATISTA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara paling sering dilanda gempa.
Baca juga : Peningkatan Penumpang Udara Domestik Jelang Lebaran 2025, Dipicu Penurunan Harga Tiket
Dalam periode 1990 hingga 2024, Indonesia mengalami 166 gempa besar, menempatkannya di belakang China yang mencatatkan 186 gempa.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 13 segmen subduksi lempeng dan lebih dari 295 sesar aktif, termasuk yang belum terpetakan.
"Meskipun aktivitas gempa belakangan ini terlihat meningkat, hal ini masih dalam batas wajar dan bukan berarti saling memicu antar gempa, mengingat banyaknya sumber gempa di berbagai wilayah Indonesia," katanya.
Baca juga : Harvey Moeis Didakwa Rugikan Negara Rp300 Triliun dalam Kasus Timah
BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan yang signifikan dapat memicu longsor dan runtuhan batu.
"Terutama pasca hujan, ketidakstabilan lereng mudah terjadi, sehingga dapat memicu kejadian longsor," ujar Daryono
Bagikan